GAMPLOENG VILLAGE MAKNYUUUZZZ
Gamplong adalah sebuah desa kecil yang letaknya di kabupaten sleman, Yogyakarta. Lebih tepatnya terletak pada kecamatan sumberrahayu, sleman, Yogyakarta. Desa ini merupakan perbatasan antara kabupaten sleman dengan kabupaten kulon progo.
Desa ini merupakan desa industry kerajinan tangan. Dengan masyarakat yang cukup padat, warganya sangat ramah dengan siapapun, tak terkecuali para pelancong. Saya dapat bilang seperti ini Karena saya sendiri sering kesana, karena kebetulan almarhum simbah saya dulu penduduk asli sana. Sehingga banyak saudara yang tinggal disana. Simbah saya dulu juga seorang pengrajin disana. Warga disana masih banyak yang menggunakan alat tenun tradisional sebagai alat pembuat kain tenun yang bahasa kerenya ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) hehehehe . . . .
Mereka membuat kerajinan tangan yang bahan bakunya bearsal dari lingkungan sekitar, seperti eceng gondok, lidi, benang tenun, akar wangi atau sejenisnya. Mereka mengolah bahan tersebut menjadi kerajinan tangan yang sangat menarik. Seperti halnya taplak meja yang terbuat dari lidi, tas dan perhiasan yang terbuat dari eceng gondok, perhiasan rumah yang terbuat dari akar wangi, dan masih banyak macam laenya. Karena kreatifitasnya dan ketekunannya para pengrajin mampu menjebol pasar internasional. Mereka mengekspor kerjinan tangan tersebut ke beberapa Negara, seperti jepang, eropa, amerika dan laen sebagainya. Atas kegigihanya tersebut desa tersebut diangkat menjadi desa industry oleh bapak mentri perdagangan dan perindustrian pada beberapa tahun silam. Lama kelamaan desa tersebut terkenal akan karena kerajinannya.
Namun tak hanya itu, desa tersebut juga memiliki banyak pesona alamnya. Seperti pantai cemplon, pasti anda bingung di tengah daratan kok ada pantainya. . . . namun anda tak usah heran karena pantai cempolon merupakan kependekan dari papan santai (pantai) dan cemplon merupakan makanan khas dari daerah situ. Disana alam menyuguhkan pemandangan yang sangat menajubkan. Terbentang sungai progo yang sangat indah dengan background paparan tebing yang sangat curam dan luas, dan suara gemercik air yang takan ada duanya. Disana juga banyak gambaran bahwa tuhan itu maha kuasa dan maha agung.
Ada sebuah delta, namun delta itu bagi saya sangat istimewa karena saya baru sekali ini melihat delta yang terbentuk dari batu cadas yang sangat keras dan berdiri tinggi di tengah sungai progo. Sedikit bocoran katanya warga penduduk stempat tempat itu dulu pernah digunakan untuk syuting film brama kumbara jaman dahulu. Hm. . . .subhanallah. di sana ada juga sumber mata air yang tak pernah habis airnya walaupun di musim kemarau. Namanya sendang kapit pancuran. Dan ada lagi yang membuat mata saya mengarah ke situ yaitu namanya “watu ndas kodok”. Sangat lucu kalau anda mengerti artinya. Heheheheh . . . . disitu ada sebuah batu cadas yang menyerupai kepala katak, yang katanya dulu ada sumber mata air yang banyak ikanya, namun sekarang berubah 180 derajat. Soalanya sekarang sudah tidak ada airnya.
Karena keindahanya tersebut dulu pada tahun 2004 pantai cemplon pernah diresmikan menjadi salah satu tempat pariwisata di kabupaten sleman oleh bapak mentri budaya dan pariwisata dan bapak bupati sleman. Malam selasa kliwon 30 agustus 2004 itu terasa sangat sepecial. Seribu sentir beserta ribuan masyarakat gamplong tumpah ruah berkumpul di pantai cemplon tersebut. ada juga para tamu undangan seperti ebit g.ad. akhirnya saya mbolos sekolah untuk datang kesana, heheheh


Tidak ada komentar:
Posting Komentar