PERIBAHASA
- Adat teluk timbunan kapal (orang miskin wajar kalau minta tolong pada orang kaya).
- Barang siapa menggali lubang akan terperosok sendiri (siapa yang membuat kesusahan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat kesusahan)
- Buruk muka cermin dibelah (diri sendiri yang salah orang lain dipersalahkan)
- Belum beranak sudah ditimang (berkhayal sesuatu yang belum dimilikinya)
- Bergantung di akar lapuk (minta perlindungan kepada orang yang lemah)
- Dalamnya laut dapat diukur dalam hati siapa tahu (kita tidak tahu apa yang dipikirkan/dirasakan orang lain)
- Datang tampak muka, pergi tampak punggung (datang atau pergi di/dari tempat orang lain sebaiknya pamit)
- Gajah dipelupuk mata tak tampak kuman di seberang lautan tampak (walau besar kesalahan sendiri tak kelihatan, kesalahan orang lain walau kecil diketahui)
- Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading (orang baik-baik meninggal jasanya selalu dikenang dan ditiru))
- Kalah jadi abu menang jadi arang (dalam pertengkaran yang menang atau yang kalah sama-sama merugi)
- Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah (kasih sayang anak kepada ibu tak mampu menandingi kasih sayang ibu kepada anaknya)
- Lempar batu sembunyi tangan (tidak bertanggungjawab atas perbuatannya)
- Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui (sekali bekerja beberapa permasalahan terselesaikan)
- Sebab nila setitik rusak susu sebelanga (kebaikan yang banyak dapat rusak/cela hanya karena perilaku buruk yang sedikit)
- Tak ada gading yang tak retak (Tiada sesuatu di dunia ini yang tanpa cela)
- Tak lekang karena panas tak lapuk karena hujan(tetap tegar walau banyak cobaan)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar