Banner Maker -

Selasa, 17 Agustus 2010

PERIBAHASA

PERIBAHASA


  1. Adat teluk timbunan kapal (orang miskin wajar kalau minta tolong pada orang kaya).

  1. Barang siapa menggali lubang akan terperosok sendiri (siapa yang membuat kesusahan orang lain akhirnya dia sendiri yang mendapat kesusahan)

  1. Buruk muka cermin dibelah (diri sendiri yang salah orang lain dipersalahkan)

  1. Belum beranak sudah ditimang (berkhayal sesuatu yang belum dimilikinya)

  1. Bergantung di akar lapuk (minta perlindungan kepada orang yang lemah)

  1. Dalamnya laut dapat diukur dalam hati siapa tahu (kita tidak tahu apa yang dipikirkan/dirasakan orang lain)

  1. Datang tampak muka, pergi tampak punggung (datang atau pergi di/dari tempat orang lain sebaiknya pamit)

  1. Gajah dipelupuk mata tak tampak kuman di seberang lautan tampak (walau besar kesalahan sendiri tak kelihatan, kesalahan orang lain walau kecil diketahui)

  1. Harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading (orang baik-baik meninggal jasanya selalu dikenang dan ditiru))

  1. Kalah jadi abu menang jadi arang (dalam pertengkaran yang menang atau yang kalah sama-sama merugi)

  1. Kasih ibu sepanjang jalan kasih anak sepanjang galah (kasih sayang anak kepada ibu tak mampu menandingi kasih sayang ibu kepada anaknya)

  1. Lempar batu sembunyi tangan (tidak bertanggungjawab atas perbuatannya)

  1. Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui (sekali bekerja beberapa permasalahan terselesaikan)

  1. Sebab nila setitik rusak susu sebelanga (kebaikan yang banyak dapat rusak/cela hanya karena perilaku buruk yang sedikit)

  1. Tak ada gading yang tak retak (Tiada sesuatu di dunia ini yang tanpa cela)

  1. Tak lekang karena panas tak lapuk karena hujan(tetap tegar walau banyak cobaan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar